BATENGHEADLINE

Kobalorasi Jilid 4 Angkat Kesenian Tradisional

×

Kobalorasi Jilid 4 Angkat Kesenian Tradisional

Sebarkan artikel ini
Sanggar Tari Kembang Ilalang Usai Tampil di Kobalorasi Jilid 4. (Ist)

BANGKA TENGAH – Pagelaran Kobalorasi Jilid 4 malam ketiga di Alun-alun Kota Koba, Kabupaten Bangka Tengah, berlangsung meriah dengan menampilkan sejumlah kesenian daerah, seperti musik dambus dan Tari Cual Kujage, Kamis (20/8/26) malam.

Selain menjadi hiburan bagi masyarakat, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi pelaku seni lokal untuk memperkenalkan sekaligus melestarikan budaya tradisional Bangka Belitung kepada generasi muda.

Kobalorasi Jilid 4 juga diramaikan berbagai stan UMKM yang menawarkan aneka makanan dan produk lokal. Pengunjung dapat menikmati pertunjukan seni sembari mencicipi kuliner yang tersedia di lokasi.

Salah satu penampil dalam kegiatan tersebut yakni Sanggar Kembang Ilalang yang membawakan Tari Cual Kujage. Pendiri sanggar, Renaldi, mengatakan tarian tersebut mengangkat kain cual yang merupakan salah satu kain khas Bangka Belitung.

“Untuk tarian yang kami bawa namanya Tari Cual Kujage. Kain cual ini merupakan kain khas dari Provinsi Bangka Belitung, tepatnya di Muntok,” ujar Renaldi.

Menurutnya, Tari Cual Kujage tidak sekadar mengenalkan kain cual melalui seni tari. Para anggota sanggar juga diajarkan mengenai proses pembuatan hingga penggunaan kain tersebut.

“Anak-anak bukan hanya mengenalkan, tetapi bagaimana mereka belajar proses menjahit, mengenalkan hingga menggunakannya. Banyak masyarakat Bangka yang belum mengenal kain khas dari daerah kita sendiri,” katanya.

Renaldi menjelaskan, Sanggar Kembang Ilalang yang didirikan pada 2022 tidak hanya menjadi tempat belajar menari. Sanggar tersebut memiliki tujuan utama membangun kepercayaan diri anak-anak dan generasi muda.

“Tujuan utama saya adalah melatih percaya diri. Banyak anak-anak yang sebenarnya memiliki bakat, tetapi tidak mempunyai tempat untuk menunjukkan kemampuannya,” ungkapnya.

Ia menilai panggung seperti Kobalorasi menjadi kesempatan bagi anak-anak untuk tampil di depan umum, menunjukkan bakat, sekaligus belajar percaya diri tanpa merasa tertekan.

“Jadi mereka menari dengan rasa gembira, bukan tertekan. Bukan hanya fokus menghafal gerakan, tetapi bagaimana mereka bisa mengalir dan melatih percaya diri,” jelasnya.

Saat ini, Sanggar Kembang Ilalang telah berjalan selama empat tahun dengan anggota dari berbagai jenjang pendidikan. Sanggar tersebut berpusat di Kecamatan Lubuk Besar dan terus membuka ruang bagi generasi muda yang ingin belajar seni tari.

Renaldi yang merupakan lulusan S1 Pendidikan Seni Tari UPI Bandung mengatakan, dirinya ingin membagikan ilmu yang dimiliki kepada generasi muda agar mereka tidak meninggalkan budaya tradisional.

“Zaman sekarang banyak anak-anak yang lebih suka budaya modern atau kebarat-baratan. Dengan hadirnya saya di sini, saya ingin menyebarkan hal positif bagaimana mereka bisa menghargai dan melestarikan budaya tradisional,” tuturnya.

Ia berharap Sanggar Kembang Ilalang tidak hanya berkembang di Kecamatan Lubuk Besar, tetapi juga dapat merambah wilayah lain di Bangka Tengah, khususnya Kota Koba.

Dalam waktu dekat, pihaknya berencana membuka open recruitment bagi anak-anak muda di wilayah Koba yang ingin belajar seni tari.

“Tidak harus sudah bisa menari. Yang utama punya kemauan untuk belajar. Saya terima semua dan akan dilatih mulai dari nol,” katanya.

Renaldi menegaskan, pelestarian budaya menjadi alasan utama dirinya terus mengembangkan sanggar. Menurutnya, budaya merupakan akar kehidupan masyarakat yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Budaya itu menjadi akar kita. Kita lahir dari budaya dan tradisi. Jadi tidak mungkin budaya itu kita hilangkan. Justru harus kita lestarikan,” pungkasnya. (NP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *