HEADLINEPEMKOT

Tahun 2025, BIAS di Kota Pangkalpinang Capai 95 Persen

×

Tahun 2025, BIAS di Kota Pangkalpinang Capai 95 Persen

Sebarkan artikel ini
Hisar Mangoloi Manalu

PANGKALPINANG – Capaian Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) di Kota Pangkalpinang pada 2025 mencapai 95 persen.

Capaian tersebut menjadi modal penting bagi pemerintah daerah untuk terus memperkuat perlindungan kesehatan anak melalui imunisasi.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang, dr. Hisar Mangoloi Manalu, mengatakan keberhasilan program imunisasi tidak dapat hanya dibebankan kepada sektor kesehatan.

Menurutnya, keluarga, sekolah, pemerintah, kader, tenaga kesehatan hingga masyarakat memiliki peran yang sama dalam memastikan anak memperoleh imunisasi sesuai jadwal.

“Kesehatan bukan hanya tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi tanggung jawab kita semua,” ujar Hisar dalam kegiatan kampanye dan penggerakan imunisasi di Pangkalpinang, Rabu (16/9/2026).

Ia menjelaskan, imunisasi merupakan bagian penting dalam upaya promotif dan preventif untuk mencegah penyakit sekaligus membangun perilaku hidup sehat di masyarakat.

Program imunisasi juga tidak berhenti pada imunisasi dasar bayi. Perlindungan tersebut dilanjutkan pada usia baduta hingga anak sekolah melalui program BIAS, dengan sasaran berdasarkan kelompok umur dan jenis antigen yang ditetapkan dalam program nasional.

Di Pangkalpinang, penguatan cakupan imunisasi dilakukan melalui puskesmas, posyandu, sekolah atau madrasah serta kegiatan BIAS. Selain capaian BIAS yang telah mencapai 95 persen, pelaksanaan imunisasi HPV dan MR juga telah menjangkau ribuan anak.

Meski demikian, Dinas Kesehatan menilai masih diperlukan penguatan penggerakan agar tidak ada anak yang tertinggal, termasuk mereka yang imunisasinya belum lengkap atau belum mendapat imunisasi sesuai jadwal.

“Jangan sampai ada anak yang tertinggal imunisasi,” tegasnya.

Kegiatan tersebut mengusung tema “Imunisasi Lengkap, Anak Sehat, Generasi Tangguh, Pangkalpinang Smart.”

Sebanyak 200 peserta dari berbagai unsur mengikuti kegiatan, mulai dari organisasi perangkat daerah, tim pembina Posyandu, Dharma Wanita, camat, lurah, puskesmas, kader kesehatan hingga sekolah.

Menurut Hisar, para peserta diharapkan menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam menyampaikan edukasi mengenai Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dan pentingnya imunisasi di lingkungan masing-masing.

Hisar menegaskan, kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni. Penguatan komitmen seluruh pihak diharapkan berujung pada aksi nyata untuk mencegah penyakit dan meningkatkan derajat kesehatan anak.

“Pemerintah, tenaga kesehatan, kader, institusi pendidikan, dunia usaha, dan masyarakat harus bergerak bersama,” katanya. (NP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *