BANGKA TENGAH – Misteri penggalian di sebuah kebun sawit milik warga di Desa Cambai Selatan, Kabupaten Bangka Tengah, menyita perhatian.
Sejumlah orang diduga melakukan penggalian karena meyakini lokasi tersebut menyimpan harta karun berupa balok timah dan pasir timah.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, rombongan tersebut pertama kali mendatangi kebun pada 21 Juli 2026 sekitar pukul 18.05 WIB atau menjelang Magrib.
Saat itu, empat orang laki-laki datang menggunakan sebuah mobil Toyota Hilux.
Salah seorang pekerja kebun, Amari Jani, mengaku awalnya mengira rombongan tersebut merupakan utusan pemilik kebun.
“Awalnya kami mengira mereka dari pemilik kebun. Saat ditanya, mereka mengaku dari Pangkalpinang. Namun kemudian berubah mengaku berasal dari koperasi. Jawabannya tidak jelas,” kata Amari, Minggu (2/8/26) di lokasi kebun sawit yang di gali
Dalam pertemuan itu, lanjut Amari, rombongan sempat menanyakan apakah para pekerja merupakan bagian dari Agrinas.
“Kami jawab tidak ada hubungan dengan Agrinas. Kami hanya masyarakat yang bekerja sebagai buruh harian,” ujarnya.
Lebih lanjut Amari menuturkan, salah seorang dari rombongan mengaku berasal dari koperasi yang mengelola lahan sitaan negara di Desa Celuak.
Lanjutnya, mereka juga menjelaskan bahwa hasil tandan buah segar (TBS) sawit di lahan tersebut dapat dikelola oleh masyarakat, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), maupun Karang Taruna, serta menawarkan untuk memperkenalkan para pekerja kepada pihak Agrinas.
Namun, penjelasan tersebut ditolak para pekerja.
“Mereka juga menawarkan akan memperkenalkan kami dengan orang-orang Agrinas. Tapi kami tidak mau. Kami ingin mencari rezeki yang halal,” tuturnya.
Masih kata Amari, rombongan itu bertahan hingga sekitar pukul 20.00 WIB. Sebelum meninggalkan lokasi, mereka bahkan sempat meminta titik koordinat kebun.
Merasa curiga, para pekerja berpura-pura pulang sambil menghubungi pemilik kebun agar mengantisipasi jika rombongan tersebut kembali pada malam hari.
Empat hari kemudian, tepatnya pada 25 Juli 2026, diduga terjadi aksi penggalian di kebun tersebut.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, jumlah rombongan diduga bertambah menjadi sekitar 16 orang yang datang menggunakan tiga mobil.
Rombongan tersebut juga diduga didampingi seorang paranormal yang dipercaya menjadi penunjuk lokasi harta karun berupa balok timah dan pasir timah yang diyakini terkubur di kawasan itu.
Keesokan harinya, para pekerja melakukan pengecekan ke lokasi. Awalnya tidak ditemukan sesuatu yang mencurigakan.
Namun setelah dilakukan pengecekan kembali, mereka menemukan bekas galian di area kebun sebanyak tiga lobang galian.
“Keesokan harinya belum ada apa-apa. Malam berikutnya juga belum ada. Tetapi setelah pemilik kebun datang, paginya kami menemukan sudah ada galian. Dari jejak yang ada, kami menduga pelakunya lebih dari 10 orang,” ungkap Amari.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak yang diduga terlibat, maupun aparat penegak hukum terkait tujuan sebenarnya dari aktivitas penggalian tersebut. (NP)
Misteri Dugaan Perburuan Harta Karun di Kebun Sawit





