HEADLINEKAMTIBMAS

Kasat Lantas Minta Pengendara Lebih Waspada

×

Kasat Lantas Minta Pengendara Lebih Waspada

Sebarkan artikel ini
IPTU Elman Fafdi Rozie

BANGKA TENGAH – Angka kecelakaan lalu lintas (lakalantas) di Kabupaten Bangka Tengah melonjak 72,5 persen sepanjang Januari hingga November 2026. Satlantas Polres Bangka Tengah mencatat 69 kasus, meningkat dibandingkan 40 kasus pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Lonjakan tersebut turut diikuti peningkatan jumlah korban meninggal dunia, luka berat, dan luka ringan. Kondisi ini menjadi perhatian Satlantas Polres Bangka Tengah untuk meningkatkan upaya pencegahan sekaligus mengingatkan masyarakat agar lebih waspada saat berkendara.

Kasat Lantas Polres Bangka Tengah, IPTU Elman Fafdi Rozie, mengungkapkan jumlah korban meninggal dunia meningkat dari 18 orang pada 2025 menjadi 22 orang pada 2026, atau naik 22,22 persen.

Sementara korban luka berat melonjak dari 28 menjadi 58 orang, meningkat 107,14 persen. Adapun korban luka ringan bertambah dari 41 menjadi 50 orang, atau naik 21,95 persen.

“Dari data yang kami miliki, angka kecelakaan dan jumlah korban mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya pada periode yang sama,” ujar Elman, Selasa (3/11/2026).

Berdasarkan waktu kejadian, peningkatan lakalantas paling menonjol terjadi pada pukul 06.00 hingga 09.00 WIB, dengan kenaikan mencapai 650 persen. Rentang waktu tersebut merupakan jam aktivitas masyarakat, mulai dari berangkat kerja hingga sekolah.

Kecelakaan juga meningkat pada pukul 18.00 hingga 21.00 WIB sebesar 100 persen, serta pukul 21.00 hingga 24.00 WIB sebesar 200 persen.

Dari sisi usia, kelompok 15–19 tahun dan 30–34 tahun sama-sama mengalami peningkatan kejadian hingga 150 persen. Pada kelompok usia 30–34 tahun, jumlah kejadian bertambah dari empat menjadi 10 kasus.

Peningkatan juga tercatat pada korban berusia di atas 60 tahun, mencapai 137,5 persen.

Berdasarkan data Integrated Road Safety Management System (IRSMS), sejumlah penyebab kecelakaan turut mengalami peningkatan. Kecelakaan saat berbelok di simpang dari arah yang sama naik 300 persen, sedangkan kecelakaan saat berbelok dari arah berlawanan meningkat 100 persen.

Kasus kendaraan menabrak pejalan kaki meningkat 150 persen. Sementara kecelakaan akibat menabrak hewan, yang sebelumnya tidak tercatat, pada 2026 terjadi satu kasus.

Elman mengatakan Satlantas Polres Bangka Tengah telah melakukan berbagai upaya pencegahan, mulai dari sosialisasi melalui media sosial, pemasangan spanduk, hingga rambu-rambu di lokasi rawan kecelakaan.

Ia mengimbau pengendara agar tidak memaksakan diri berkendara ketika mengantuk maupun saat kendaraan dalam kondisi tidak layak jalan.

“Kami mengimbau pengguna jalan agar selalu waspada. Jika mengantuk, silakan menepi dan beristirahat. Apabila kendaraan tidak layak jalan, seperti kondisi ban sudah aus atau rem tidak berfungsi normal, jangan dipaksakan untuk berkendara,” tegasnya.

Elman juga mengingatkan pengendara yang keluar dari lorong atau jalan kecil agar berhenti terlebih dahulu dan memastikan kondisi kiri serta kanan benar-benar aman sebelum memasuki jalan utama.

“Jalan utama menjadi prioritas. Jangan memaksakan diri masuk ke jalur utama jika kondisi belum aman. Berhenti terlebih dahulu, perhatikan kiri dan kanan, baru melanjutkan perjalanan,” katanya.

Ia turut menyoroti tingginya risiko kecelakaan yang melibatkan anak-anak sekolah, khususnya mereka yang belum memenuhi persyaratan untuk mengendarai sepeda motor.

Menurutnya, orang tua perlu memastikan anak tidak mengendarai kendaraan bermotor sebelum memenuhi ketentuan dan memiliki kemampuan berkendara yang memadai.

“Keselamatan harus menjadi prioritas. Jangan memberikan kendaraan kepada anak yang belum layak mengendarainya, karena selain membahayakan diri sendiri, juga dapat merugikan pengguna jalan lainnya,” tutup Elman. (NP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *