BATENGHEADLINE

Musim Hujan Becek, Kemarau Berdebu

×

Musim Hujan Becek, Kemarau Berdebu

Sebarkan artikel ini
Akses jalan menuju Perumahan PNS Bypass, Kelurahan Padang Mulia, Kecamatan Koba. (ist)

BANGKA TENGAH – Warga Perumahan PNS Bypass, Kelurahan Padang Mulia, Kecamatan Koba, mengeluhkan kondisi akses jalan lingkungan yang hingga kini masih berupa tanah kuning.

Persoalan tersebut dirasakan warga setiap musim berganti. Saat hujan turun, jalan berubah menjadi becek dan menyulitkan aktivitas penghuni. Sebaliknya, ketika musim kemarau, debu dari jalan beterbangan hingga masuk ke rumah-rumah warga.

Tak hanya mengganggu aktivitas, debu juga membuat lingkungan perumahan cepat kotor. Teras rumah, pagar hingga kendaraan warga tak luput dari debu berwarna kuning.

Salah seorang warga, Jamihur, mengatakan kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama. Bahkan, selama sekitar 11 tahun tinggal di perumahan tersebut, warga masih harus menghadapi persoalan jalan yang belum kunjung diperbaiki.

“11 tahun tinggal di sini, kami masih berjibaku dengan debu. Kalau hujan datang, kami bergelut dengan becek,” keluh Jamihur, Jumat (14/8/26).

Menurutnya, kondisi akses jalan semestinya menjadi perhatian pihak pengembang. Sebab, jalan lingkungan merupakan salah satu fasilitas penting yang menunjang kenyamanan dan aktivitas penghuni.

Warga pun mempertanyakan alasan jalan di kawasan perumahan tersebut belum juga mendapatkan pengerasan maupun pengaspalan yang layak. Terlebih, para penghuni tetap memenuhi kewajiban pembayaran setiap bulannya.

“Telat bayar sedikit langsung ditelepon oleh vendor, tapi fasilitas kami tidak dipenuhi dengan baik,” tegasnya.

Keluhan serupa disampaikan Hendri. Ia menilai kondisi jalan yang masih berupa tanah merah sangat mengganggu aktivitas warga, terutama ketika musim kemarau karena debu yang beterbangan.

“Dengan kondisi jalan yang masih tanah merah seperti ini jelas sangat mengganggu, terlebih dari sisi kesehatan. Kami berharap pengembang bisa segera memperbaiki jalan ini,” ujar Hendri.

Warga berharap pihak pengembang tidak hanya memperhatikan pembangunan unit rumah, tetapi juga memastikan fasilitas pendukung, terutama akses jalan lingkungan, dapat tersedia dengan layak.

Mereka meminta adanya kejelasan dan langkah nyata dari pihak pengembang terkait perbaikan jalan tersebut. Warga berharap persoalan yang telah berlangsung bertahun-tahun itu tidak kembali dibiarkan tanpa kepastian.

Bagi warga, jalan yang layak bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga menyangkut kesehatan, kebersihan dan kualitas lingkungan tempat mereka tinggal. (NP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *