BANGKA TENGAH – Lesunya daya beli masyarakat mulai menghantam sektor usaha kuliner di Kabupaten Bangka Tengah. BC Coffee, salah satu warung kopi di daerah tersebut, mengaku mengalami penurunan omzet hingga 70 persen dalam tiga bulan terakhir.
Pemilik BC Coffee, Budi, mengatakan kondisi tersebut sejalan dengan melemahnya kemampuan belanja masyarakat. Kebiasaan nongkrong di warung kopi kini mulai dikurangi karena masyarakat semakin selektif mengeluarkan uang.
“Faktor ekonomi yang lemah membuat masyarakat sekarang lebih enggan datang ke warung. Sudah sekitar tiga bulan ini kondisi sepi,” ujar Budi, Kamis (3/9/2026).
Menurutnya, jumlah pelanggan yang datang saat ini rata-rata hanya sekitar 10 orang per hari. Kondisi tersebut membuat pendapatan usaha turun cukup signifikan dibandingkan sebelumnya.
Meski menghadapi penurunan omzet, Budi tetap berupaya mempertahankan kualitas produk. Salah satunya dengan menggunakan bahan baku kopi lokal sebagai produk utama yang disajikan kepada pelanggan.
“Kami menggunakan kopi produk lokal, produk asli Bangka,” katanya.
Budi berharap kondisi ekonomi masyarakat segera membaik sehingga daya beli kembali meningkat. Menurutnya, peningkatan daya beli akan sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan usaha kecil, termasuk warung kopi dan pelaku UMKM lainnya.
“Kalau ekonomi masyarakat membaik, kami berharap usaha seperti warung kopi bisa kembali ramai dan omzet meningkat,” ujarnya. (NP)





